Cinta sejenis?
Image
Foto: kpn
Terus bagaimana perasaan Tata pada Lucky saat mereka masih dekat dulu? ’’Ya namanya deket pasti sayang lah,’’ ujar Tata, tanpa menjelaskan apa maksud perasaan sayang yang sebenarnya.
Bagi Tata, masalah gay ini, sebenarnya bukan masalah baru baginya. Hal itu tergolong wajar-wajar saja, apalagi di zaman sekarang. Hanya bagaimana cara orang lain menilainya.
’’Kita kan tahu, kalau itu sudah ada sejak zaman Sodom, kita nggak mau munafik lah. Tapi mungkin, sekarang pergaulan bikin rancu, bagi saya cinta sejenis itu wajar-wajar saja, soalnya kita nggak menyakiti orang lain kok. Jadi gay juga sama, seperti orang umum lainnya,’’ paparnya.
Masalah gay ini tentu menyita perhatian Tata. Rasa dipojokkan dan jadi bulan-bulanan dialaminya. Orang-orang terdekat pun dirasa mulai kontra. Tata hanya berharap Lucky bisa bersikap lebih dewasa, dan segera mengklarifikasikan soal kebenarannya kepada publik.
’’Kalau mereka itu memojokkan dan membuat orang kontra kepada saya. Mestinya nanti aku akan bilang ke Lucky, kalau kebenaran itu memang harus didahulukan. Karena dengan adanya berita seperti ini, saya juga pasti malu. Makanya harus klarifikasi,’’ pintanya.
’’Lucky kan yang punya hubungan, dia harus jujur. Dia harus dewasa dalam menghadapi hal ini, jangan sampai ngerusakin nama baik orang lain,’’ imbuhnya.
Tata beranggapan, meski selama ini jalinan komunikasinya dengan Lucky masih berlanjut, namun dia merasa Lucky belum mau ditemui karena takut kehilangan pamornya. Namun Tata yakin segala sesuatu tentang rezeki sudah ada yang mengaturnya. ’’Dia harus lebih introspeksi diri saja, jangan munafik. Kita bisa menipu manusia, tapi Tuhan nggak bisa ditipu,’’ tegasnya. kl/Am
Friday, January 2, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment